LIMA PULUH TUJUH

1420 Kata

Seberapa buruknya masa lalu, semua akan kembali pada masing-masing diri. Juga begitu dengan Rian yang mencoba memperbaiki apa yang salah waktu itu, meski tidak utuh. Tetap saja dia ingin semua kembali pada sedia kala. Ibarat piring yang sudah pecah, diperbaiki dan tidak akan utuh kembali. Sama halnya dengan masa lalu yang pernah dia lakukan menghamili Dinda. Tapi sekarang dia ingin bertanggungjawab mengenai hal itu. Melihat anaknya sedang tidur lelap dipangkuan Dinda semenjak tadi diberikan ASI. Ibu jarinya mengusap alis si kecil kemudian Satria menghadap ke dad@ Dinda lagi. “Cepat tumbuh jadi anak yang kuat, jagoan Ayah!” Mereka berdua tersenyum melihat si kecil yang berusaha menghindar dari sentuhan Rian. “Yang penting setiap tumbuh si kecil harus ditemani sama Ayahnya juga. sama ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN