Tuan Muda dan Upik Abu - 74

1962 Kata

"Bapak abis dari mana?" tanya Aya begitu membukakan pintu rumah. Sajid melangkah masuk. Bagian bawah celananya tampak basah. Beberapa noda lumpur juga melekat di tangan dan memercik di wajahnya. "Nah loh... Kenapa celana Bapak basah dan berlumpur?" "Bapak abis benerin selokan di belakang rumah. Takutnya nanti kalo hujan banjir lagi," jawab Sajid. Aya menghela napas. "Nggak harus malam-malam seperti ini juga, Pak. Kan, gelap. Nanti kalau Bapak jatuh terpeleset bagaimana?" "Bapak cuma takut kalo tiba-tiba air merembes lagi ketika sedang tidur nyenyak." Aya terdiam. Situasi rumahnya itu memang semakin memprihatinkan saja. Ia menatap rumah reot yang sudah tua itu. Langit-langitnya mulai ambruk di beberapa sisi. Dinding kayu bagian bawahnya sudah lapuk dan sebagian berlumut karena terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN