Rahma terduduk lama di dalam bilik toilet. Ia butuh waktu untuk menenangkan diri sebentar. Kedua lututnya masih menggigil. Telapak tangannya terasa dingin. Rahma menengadahkan kepala dan mencoba mengatur napas yang memburu. Waktu pun berlalu. Dan dia masih di sana. Setelah merasa cukup tenang, barulah Rahma keluar dari bilik toilet. Tapi saat itu juga … Ia terkesiap. “T-TANTE …!” Rahma menatap kaget. Margaretta langsung menatap tajam. Ia mendekati Rahma sambil melipat tangan di da-da. “Apa yang sekarang sedang kamu rencanakan, ha?” tanya Margaretta. Eh. “A-apa maksud Tante?” tanya Rahma. Margaretta mendekat lagi. “Kamu pasti sengaja mendekati Jang Mi untuk menghancurkan semuanya, kan?” Rahma tersentak. “A-aku benar-benar tidak mengerti.” “BOHONG!” kecam Margaretta dengan