Begitu mobil terhenti, Margaretta bergegas keluar. Ia terlihat sangat bersemangat sekali. Dia sangat tergesa-gesa hingga melupakan tasnya yang masih tergeletak di bangku mobil. “Tas-nya ketinggalan, Ma!” tukas Dino. “Ah, iya.” ia menjangkaunya dan masuk ke dalam rumah. Setelah itu Dino pun ikut keluar. Dia hanya bisa mende-sah pelan melihat ulah sang mama. Sang mama sudah masuk ke dalam sana, tapi Dino masih tertegun di tempatnya berdiri. Semakin hari Dino merasakan bahwa sang mama sudah berubah terlalu jauh. Atau apa selama ini dia keliru? Apa sebenarnya sang mama memang sudah memiliki tabiat seperti itu sejak semula? Nasehat yang tadi sempat diberikan oleh Jang Mi terngiang-ngiang kembali di telinganya. ‘HIDUP KAMU ADALAH MILIK KAMU SENDIRI’ Dino menghela napas panjang. Ia mengu