Gara gara Nina bisa jalan,Rey sibuk pamer pada siapa pun.Weekend yang biasanya kami di rumah,dia sampai bawa Nina ke rumah mamaku. “Anakku bisa jalan mah!!”serunya girang. Papa dan mamaku tertawa melihat Nina yang jalan mendekat karena di pancing semangkung es cream. “Cucu uti pinter banget”puji mama girang juga lalu memeluk Nina yang justru marah karena kesibukan makan es cream jadi tergangggu. Papaku juga menciumi rambut Nina yang di pangku mamaku. “Udah Nina tinggal sini aja!!,kalian program baby buat adik Nina”perintah papa. Aku tertawa canggung dan melirik Rey yang tertawa lepas. “Sabar pah….kan kalo belum di kasih,mau kami bercinta gila gilaan juga,Lila ga akan hamil”sanggah Rey. Aku seketika melirik pak dokter yang justru mengedipkan sebelah matanya ke arahku.Bercinta gila g

