“Makan dong de…dari tadi kamu belum makan,masa s**u trus.Ayah juga lama benget lagi pulangnya”keluhku pada Nina yang dari tadi mengunci mulutnya dan menolak aku suapi makan. Aku menghela nafas. “Bunda mesti apa biar kamu mau makan?.Ayo nak!!,makan ya….buka mulut nak!!”pintaku setengah memohon dan menyodorkan sendok di depan mulut Nina. Nina malah berontak dan menggelengkan kepalanya.Hadeh bikin aku makin frustasi.Udah tuh dokter yang menyebut dirinya ayah malah belum pulang dari terakhir dia telpon dan bilang mau pulang.Aku bangkit dari dudukku di hadapan Nina yang duduk di kursi tinggi untuk Nina makan.Aku berniat menelpon Rey tapi lalu batal saat aku dengar suara pagar di buka dan mobil masuk garasi luar rumah. “Sayang…..de…bun….ayah pulang…..”suara riangnya memenuhi ruang makan. Ak

