“Yang!!,dengar aku dulu!!”seru Rey setelah berhasil menyusulku ke kamar. “Apa yang mesti aku dengar??”jawabku sambil mengambil tas Nina dan memasukan perlengkapan Nina dengan asal ke dalamnya. “Aku ga seperti yang kamu pikir Kal”jawabnya lagi. Aku berhenti dan menatapnya. “Kalo pada akhirnya aku harus berbagi setelah kamu nikahi,lebih baik aku mundur.Supaya kamu lebih mudah,menentukan apa yang jadi tujuan hidupmu”jawabku Rey diam menatapku. “Maaf aku tidak mau lagi jadi pilihan,saat aku merasa aku sudah jadi tujuan hidupmu”lanjutku. “Yang…please…”rengeknya mencekal tanganku yang bersiap menggendong Nina. “Lebih baik kita pisah dan akhiri ikatan ini agar tak ada lagi yang harus merasa kesakitan”kataku lalu mendorong dadanya agar tidak menghalangi jalanku. “Kal…..astaga….”desis Rey

