Setelah makan yang penuh gelak tawa,kami pindah ke ruang tengah rumahku.Para tetua duduk di sofa dengan papa saling duduk berhadapan di sofa single dan mama duduk berdampingan di sofa panjang.Aku,Rey dan Nina duduk di karpet menemani Nina yang tiduran di pahaku sambil menyusu.Gimana ga embul Nina tuh,habis makan nyusu dan ayahnya sudah menyetok ber kaleng kaleng s**u seakan pabrik s**u akan tutup.Kalo anak juragan empang mah jangan di lawan. “Jadi papa udah pensiun?”tanya Rey. Papa mertuaku mengangguk. “Sudah seminggu lalu Rey,makanya papa bisa nemenin mamamu yang ribut trus kangen kalian.Lagipula papa mau apa lagi.Kamu udah nikah,Salma juga,mamamu kasihan di rumah sendirian setiap hari”jawab papa mertuaku. “Ih ari papa sok lempar batu sembunyi tangan”protes mama mertuaku dengan dialek

