“Bun….bunda…..”suara anak kecil. Aku berusaha memusatkan pikiranku,tapi yang aku rasakan punggungku yang sakit,jadi susah gerak begini.Lalu suara itu??.Aku berusaha mencari arah suara itu sampai aku melihat seorang anak lelaki kecil yang sedang menangis dengan wajah terbenam di lututnya.Dengan takut takut aku mendekat dan perlahan menyentuh rambutnya. “Nak…..”tegurku selembut yang aku bisa dan mengabaikan nyeri di punggungku lagi. Dia perlahan mengadah dengan wajah beruraian airmata.Aku terkesiap karena wajahnya mirip Rey……….Seperti duplikat. “Kamu kenapa??”tanyaku. Dia menatapku dengan sisa isakan. “Bunda aku mati……”desisnya Aku terpaku saat dengan tiba tiba seorang wanita mengajaknya bangkit dan dia…..MAINA….yang secepat kilat membawa berjalan si bocah yang terus menatapku dengan

