Aku terbangun ke esokan harinya dan menemukan wajah Rey . “Rey…..”desisku berusaha bangkit. Rey membantuku duduk. “Morning yang…..”jawabnya setelah membantuku duduk. “Kamu ga di penjara kan?”tanyaku khawatir. “Aku cerita sambil kamu makan okey!!”pintanya. Aku mengangguk.Rey tersenyum lalu mencium keningku.Setelah itu dia menarik meja untuk makan ke hadapanku.Aku bersila bersiap makan. “Jawab pertanyaanku dulu sebelum aku makan”pintaku saat Rey sudah menyodorkan sesendok nasi. Rey menghela nafas. “Gak bun,aku jadi tahanan kota”jawabnya dan aku menyuap. “Kok bisa?”tanyaku mulai makan. “Bisa dong,kalo punya mertua seperti papamu dan teman seperti Rengga”jawabnya. Aku tersenyum dan menyuap lagi. “Mereka ngapain sampai kamu jadi tahanan kota?”tanyaku. “Jadi penjaminku,kalo aku kab

