Author’s POV Raynald terpekur di luar ruangan, sementara belum ada kabar berarti dari kemajuan Kaisha. Ini hari kedua Kaisha tertidur dalam komanya. Raynald kembali menyesali kenakalannya di masa lalu. Ia menyesal telah mengizinkan Kaisha untuk mencicipi minuman beralkohol, dari wine, beer, vodka, atau tequila. Kaisha meminum banyak alkohol sebelum mengiris pergelangan tangannya. Hatinya selalu teriris kala membayangkan Kaisha melukai dirinya sendiri. Ada rasa sakit yang tak bisa terungkap. Ada berjuta penyesalan menyergap. Raynald teringat kala Kaisha menangis sesenggukan dan bersandar di bahunya. Kaisha menangis karena tak tahan lagi menghadapi bullying dan sering bertengkar dengan ibunya. Kaisha merasa kehilangan dunianya. Teman-teman menjauh dan hubungannya dengan ibunya semakin mene

