Bayi mungil yang kini berada di gendongan Ara begitu menguras perhatian Raka. Sedari tadi pria itu hanya diam menperhatikan manusia kecil yang matanya terpejam begitu nyaman berada di gendongan Ara. Raka dan bayi mungil itu sudah melakukan skin to skin saat Ara masih ditangani. Tapi tetap saja, Raka masih tidak menyangka ia akan dipanggil papa sebentar lagi. Perempuan, Raka memilik seorang putri yang mirip sekali dengannya, atau mungkin mirip dengannya dan Ara. Karena bibir putrinya sama persis dengan bibir Ara. Raka hapal karena ia sering memakannya. Diah yang peka akan situasi tertawa singkat melihat putranya terlihat begitu terpesona dengan anak pertamanya. "Cantik, kan?" tanya Diah seraya tersenyum. "Hum," balas Raka berdehem seraya mengangguk berkali kali layaknya bocah. "