75 - New Born

1042 Kata

Sepanjang perjalanan, Raka maupun Diah tidak berhenti panik. Raka menyetir sudah seperti tidak tahu aturan. Sesekali ia melirik sepion mobil, di jok belakang Diah sedang memangku Ara yang tidak berhenti merintih kesakitan. Raka jadi ikut berkeringat, ia takut sekali terjadi apa apa kepada istrinya itu. “Ara, Ara…,” lirih Raka memanggil istrinya agar tetap sadar. “Kamu fokus menyetir saja, Raka! Perhatikan depa!” Seru Diah. “Ara harus tetep sadar, Ma. Ajak dia ngomong terus.” “Mama tahu.” Ara tidak berhenti merintih kesakitan. Tangannya memegang erat tangan mertuanya untuk menyalurkan betapa kesakitannya ia saat ini. Keringat Ara semakin banyak keluar. Ia seperti mandi keringat saat ini. “Ara, bertahan, ya, Sayang. Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Kamu harus tetep sada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN