Makan malam dipenuhi dengan perbincangan karena Diah tiba tiba berubah sangat cerewet. Dia bertanya ini itu hanya karena Raka tidak langsung membawa Ara pulang dan malah menahannya di kantor sampai malam. Seraya menunggu pesanan datang, Diah memperhatikan Ara, takut ada yang kurang dari menantunya itu. Padahal Ara tidak apa apa. “Ara, kamu beneran nggak apa apa? Nggak ada yang kurang, kan?” tanya Diah. “Ara nggak apa apa, Ma,” balas Ara menenangkan. Meski terlihat lemas. “‘Mama mulai deh dramanya. Padahal Ara nggak apa apa malah dilebih lebihkan. Kenapa? Mau nuduh Raka yang enggak enggak?” cerocos Raka sedikit tidak terima mamanya malah tidak percaya padanya untuk menjaga Ara. “Ya gimana? Kamu itu rada rada. Tiba tiba tahan Ara di kantor sampe malem. Apa coba maksudnya? Lagi, Ara