"Saya terima nikah dan kawinnya Arsyakayla Adiatma binti Thahir Adiatma, dengan maskawin tersebut dibayar tunai." "Syah?" "Syah!" Ucapan alhamdulillah seketika mendengung di setiap penjuru ruangan. Enda yang menjadi wali dari Kayla tak kuasa menahan tangis harunya. Menangkup wajahnya yang memerah terisak. Sudah sejak tadi malam sesak di dadanya tak bisa ia abaikan, namun tak pula bisa ia luahkan. Begitu kalimat ijab dan kabul selesai ditunaikan, sirna seketika semua beban. Berpuluh sudah kata alhamdulillah ia lafazkan. Kayla memandang Enda dari kejauhan dengan derai air mata yang tak terhentikan. Menyaksikan adiknya begitu larut akan suasana haru. Ingin Kayla mendekapnya dan mengucapkan terima kasih. Enda, Adik kecilnya, yang demi dia Kayla rela menghiraukan rasa malu, mengabaikan

