Kayla membuka matanya perlahan, menyesuaikan dengan suasana kamar yang masih tampak temaram. Kayla meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas di sampingnya. Pukul 4.30. Melirik ke arah kanan, di mana posisi sang suami tadi malam terlelap tidur dan menemukan pria itu sedang memegang ponselnya dalam posisi duduk bersandar pada kepala tempat tidur sambil menoleh ke arahnya. "Pagi, Mas." Kayla menyapa dengan suara kantuknya sambil memiringkan posisi tidurnya menghadap Agastya. "Pagi, sinian," perintah Agastya. Kayla mengucek hidungnya yang tiba-tiba gatal, lalu berguling turun dari kasur. "Pipis dulu." Agastya memperhatikan gerak sang istri hingga lenyap di balik pintu kamar mandi. Menelan saliva, membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba terasa kering. Siapa sangka wajah polos Kayla

