"Jill, please …," pinta Kai frustasi di sisi Jill. "Sesar saja, oke?" Sudah empat jam Kai membujuk Jill untuk mengubah pikirannya. Ia tidak sanggup membayangkan istrinya harus melahirkan secara normal. Apalagi ketika melihat kacaunya tingkah ibu-ibu hamil yang mereka temui di ruang tunggu persalinan. Rumah sakit tempat Jill akan bersalin memang menyediakan sebuah ruang tunggu khusus bagi para ibu hamil yang akan segera melahirkan. Sebuah ruang bersantai yang dirancang sangat nyaman agar para ibu yang tengah menanti proses bukaan dapat merasa lebih baik. Namun sayang, Kai yang menemani Jill di sana bukannya merasa lebih baik, malah merasa horor. Ada lima orang ibu lain yang tengah menanti proses persalinan, ada yang ditemani oleh suaminya, ada juga oleh ibu, atau sanak keluarga lain. N

