“Morning, Mami!” Jourell menerjang masuk ke kamar kedua orang tuanya di Sabtu pagi yang cerah. Ia tersenyum cerah pada Jill yang sudah terbangun namun masih bersantai di tempat tidur sejak 15 menit yang lalu. Jangan heran bagaimana caranya Jill bisa bangun lebih pagi dari Kai. Sejak kehamilannya membesar, Jill memang kerap sulit tidur nyenyak. “Morning, Sayang!” balas Jill hangat. Ia melambai memanggil Jourell mendekat. Jourell langsung naik ke atas tempat tidur dan bergelung manja di sisi Jill, tidak lupa memberikan pelukan hangat dan kecupan manis di pipi dan perut ibunya. “Mami, inget kan hari ini hari apa?” tanya Jourell sambil mengedipkan matanya. Jill tersenyum lebar menanggapi pertanyaan Jourell. “Inget, dong!” “Tapi Daddy masih tidur. Kapan bangunnya ya?” “Mungkin sebentar

