Kai menghampiri Jill yang tengah dirias oleh Mia di tepi pantai. Ia mengambil kursi lipat yang kosong, kemudian meletakkannya persis di sebelah Jill. Digenggamnya tangan Jill yang terasa dingin. “Kamu kedinginan?” Embusan angin pantai subuh-subuh seperti ini memang terasa menyengat kulit, membuat siapa saja menggigil kedinginan. Jill tersenyum kecil kemudian menjawab, “dinginnya nggak terlalu. Ngantuknya yang aku nggak tahan.” “Aku juga rasanya masih ingin tidur, Jill,” ujar Kai menahan kuap. “Jou masih tidur?” “Hm. Dia sama sekali nggak bangun waktu aku tinggal.” “Tita sama Lio memang paling senang nyiksa calon pengantin,” celetuk Mia. “Serius, Mbak?” tanya Jill geli. “Bukan cuma kalian yang dipaksa melek subuh-subuh begini. Udah nggak kehitung korbannya,” jawab Mia. “Tapi hasiln

