Ketika kecil, Nazla dibiasakan untuk menghormati siapapun, terutama ketika ia berkunjung ke rumah orang dan berstatus tamu. Tentu Nazla tahu adab bertamu. Minimal memberi salam pada si pemilik rumah. Tapi kali ini, ia bukanlah tamu yang sengaja diundang . Walau dalam bahasa halus, yang mengundangnya memang bukan si pemilik rumah, melainkan ibu si pemilik rumah. Tentu keberaniannya menginjak rumah ini karena jaminan Amni yang akan menghormatinya sebagai tamu wanita itu. Tak peduli seperti apa hubungan Nazla dengan putranya. Jadi saat Nazla melangkahkan kakinya ke dalam rumah ini, hatinya terus berdoa untuk tidak bertemu si pemilik rumah, ternyata semesta tak mengaminkan doanya. Kini ia justru dihadapkan pada keadaan yang teramat sulit sekali. Nazla jelas melihatnya. Di dalam kamar tu