"Ah, Paman. Hentikan! "racau penuh kenikmatan namun tetap berusaha menolak sentuhan tangan kekar milik pria dewasa yang berstatus sebagai paman dari suaminya. Sayangnya racauan itu hanya sebatas bayangan Sam, Sam Xavier, pria dewasa berusia 31 tahun, Orang terkaya di kota Islancity, begitu sangat menggilai istri dari keponakannya sejak pertama melihat istri dari keponakannya tersebut. Nova selalu menjadi bayangan Sam untuk menuntaskan hasratnya, karena yang di inginkan Sam hanya Nova.
Novaria Gadis yang sudah dewasa, sudah menikah namun masih perawan, tentunya bukan karena ia menikah kontrak atau di paksa menikah, melainkan sama-sama mencintai, namun karena sang suami mendadak ada urusan, ia terpaksa menunda malam panas yang selalu menjadi impiannya saat masih pacaran.
Malam ini, Nova tidak sendirian di kamar yang seharusnya di kamar itu juga ada Dion, sang suami. Tapi karena Dion sedang pergi ke luar negeri, Nova hanya tidur sendirian.
Sam yang memang begitu sangat menggilai Nova, setiap malam masuk ke kamar Nova, tanpa Nova sadari. Bahkan setiap Malam, Nova berpakaian gaun malam yang sangat transparan seperti biasanya, tidak merasa takut akan ada orang yang masuk ke kamarnya meski Nova tau kalau di rumah itu ia tidak sendiri, melainkan ada paman dari suaminya yang juga tinggal satu atap dengan dirinya. Tapi karena Nova sudah mengunci pintu kamarnya, Nova pun tetap memakai baju yang menjadi baju tidur kebiasaannya. Nova tidak sadar, kalau setiap malam, Sam akan datang ke kamarnya, dan tentunya menggunakan kunci cadangannya, karena Sam memang memegang semu kunci cadangan yang ada di rumah itu.
Setiap Sam masuk ke kamar Nova, Sam pasti akan menatap lapar pada Nova, bahkan Sam tidak segan-segan mengelus, menyentuh kaki mulus Nova tanpa Nova sadari, membuat fantasi liar Sam semakin sulit untuk di kendalikan.
Nova sebenarnya bukan tidak merasa terusik tidurnya saat Sam mengelus kaki mulus dan bahkan wajah cantiknya, tapi Nova tetap memilih tidur karena Nova menganggap itu hanya sebuah mimpi saja.
"Tidak masak? "tanya Sam pada Nova saat melihat Nova sedang minum s**u di meja makan tanpa adanya makanan.
"Tidak, Paman. Kalau Paman ingin sarapan di rumah, aku buatkan sarapan dulu, karena aku juga jarang sarapan, hanya cukup minum s**u. "Jawab Nova sambil menunjukkan gelas s**u yang sudah habis isinya.
"Masak. Dan seterusnya kamu rutin masak. "Titah Sam dengan penuh ketegasan, yang langsung di patuhi oleh Nova. Sebenarnya Nova kesal saat Sam menyuruhnya masak, karena Nova merasa tidak punya kewajiban untuk melayani pria lain selain suaminya. Tapi karena Nova ingin menghormati Sam sebagai keluarga satu-satunya yang Dion punya, Akhirnya Nova pun menuruti setiap perintah Sam sebagai penghormatan nya sebagai seorang menantu.
"Kalau setiap hari aku masak hanya buat paman, Sama aja aku menikah Sam pamannya, bukan sama keponakannya. "Gerutu Nova saat sedang memasak, dan tentunya tanpa sepengetahuan Sam. Sayangnya yang Nova anggap tanpa sepengetahuan Sam, semua gerutuannya diketahui oleh Sam, dan Sam tersenyum bahkan dalam hati, Sam akan menjadikan gerutuan Nova sebagai doa. Jadi Sam akan berusaha untuk menjadikan kalimat Nova tadi sebagai kenyataan, tidak hanya sebatas gerutuan saja. Sam yakin ia bisa memiliki Nova, karena Sam juga punya keyakinan Kalau Nova bisa menjadikan kalimat tadi sebagai sebuah tanda dan doa tanpa Nova sadari.
Sam berdiri di belakang Nova yang sedang memotong sayur dengan begitu lihainya, membuat otak Sam kembali betselancar kemana-mana. Fantasi liarnya kembali saat Sam hanya melihat bagian tubuh Nova dari belakang yang bentuknya terlihat sangat sempurna. Tidak kekurangan apapun dari segi fisik Nova. Terlihat sangat sempurna. Ingin rasanya Sam memiliki Nova, tapi sayang, ia masih sadar kalau sekarang Nova sudah menjadi istri keponakannya, jadi Sam butuh waktu yang cukup lama untuk memiliki Nova sampai tiba waktunya ia bisa memiliki Nova seperti impian nya. Sam merasa bingung sendiri bagaimana cara ia menghapus rasa cintanya pada Nova, karena sejak pertama bertemu dengan Nova saat dikenalkan sebagai pacar Dion, sudah membuat Sam suka pada Nova, hingga Sam memutuskan untuk menghapus rasa cintanya pada Nova, dan menyadarkan dirinya kalau Nova tidak pantas untuk dirinya karena Nova sudah menjadi milik Dion. Sayangnya, semakin Sam berusaha menghapus rasa cinta itu, cintanya semakin tumbuh besar terhadap Nova, hingga semakin lama Sam memendam rasa itu, Sam semakin dibuat gila dan pikirannya selalu tidak jauh-jauh dari tubuh Nova.
Sam yang melihat bentuk tubuh Nova dari belakang yang terlihat begitu sangat menggoda, langsung mendekati Nova.
Degh
"Apa yang Paman lakukan!!! "