"Diamlah. Jangan banyak bergerak. "Kata Sam yang sudah memeluk Nova dari belakang dengan tangan yang tidak bisa diam meraba tubuh Nova.
"Paman, jangan. "Nova berusaha menghalangi apa yang ingin dilakukan Sam, dan penolakan Nova malah semakin membuat Sam bertambah semangat untuk meraba ke seluruh tubuh Nova.
Lagi-lagi Sam hanya bisa berfantasi liar melihat tubuh Nova dari belakang. Entah kenapa, saat membayangi Nova menolak dirinya, Sam semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Sam buru-buru menyadarkan dirinya, berulang kali memukul kepalanya sendiri agar ia sadar kalau saat ini ia hanya menghayal saja.
"Lain kali masaknya lebih pagi, biar aku tidak Telat ke kantor. Pagi ini aku harus segera berangkat, dan untuk masakan ini bisa disiapkan nanti untuk jam Makan siangku. "Ujar Sam yang langsung pergi begitu saja, karena tidak ingin terlalu larut dalam fantasi liarnya saat berduaan dengan Nova, wanita yang begitu sangat ia harapkan selama dikenal sebagai tunangan Dion.
Jujur saja sebenarnya Nova merasa bingung, kenapa Paman Sam tidak menunggu masakannya selesai terlebih dahulu, Padahal tadi Paman Sam jelas-jelas meminta dirinya untuk masak. Tapi karena Nova tidak mau ambil pusing, Nova membiarkan Sam pergi ke kantor.
Setelah kepergian Sam ke kantor, Nova menghubungi Dion, meminta agar Dion segera pulang, karena selain Nova merindukan Dion, ia tidak ingin hidup atau tinggal berdua saja dengan Paman Sam, karena Nova melihat ada yang aneh dengan Sam, hanya saja Nova tidak memberitahu Dion tentang keanehan yang ia lihat dari Sam.
Sayangnya Dion mengatakan kalau ia tidak bisa menentukan Kapan dirinya pulang, karena pekerjaannya cukup padat, namun meski begitu Dion mengucapkan permintaan maafnya pada Nova hingga berulang kali, karena jujur saja Dion sedikit tidak enak pada Nova karena meninggalkan Nova di malam pertama menikah yang seharusnya menjadi malam bahagia bagi mereka. Nova hanya bisa mendesah kasar saat Dion bilang kalau kepulangannya tidak bisa ditentukan, yang artinya bisa jadi Nova menyimpulkan kalau Dion masih lama di luar negeri.
Sam yang merasa tidak tahan lagi untuk terus menyembunyikan perasaannya terhadap Nova, akhirnya Sam memutuskan untuk menunjukkan perasaannya terhadap Nova secara perlahan agar Nova tidak kaget saat mendengar kalau dirinya menyukai Nova.
Satu minggu sudah Dion meninggalkan Nova di rumah, dan tentunya bersama dengan paman Sam, dan selama satu minggu ini Nova dibuat tidak mengerti dengan sikap paman Sam yang selalu menggoda dirinya, seolah-olah menunjukkan kalau Sam memiliki ketertarikan khusus terhadap Nova, Tapi Nova menganggap biasa saja, dan selalu dianggap kalau setiap kata-kata ketertarikan Sam terhadap dirinya hanyalah sebuah candaan saja.
"Cantik." Bisik Sam tepat di daun telinga Nova membuat Nova seketika merinding saat merasakan hembusan nafas hangat Sam, hingga membuat pekerjaan Nova saat memasak seketika tidak konsentrasi karena Nova merasa ada yang aneh dengan tubuhnya saat merasakan hembusan nafas Sam.
Nova mencoba untuk mengabaikannya, dan karena Sam menggoda dirinya tidak hanya sekali atau dua kali, jadi Nova menganggap kalau Sam sedang bercanda. Padahal tanpa Nova sadari, Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Sam terhadap dirinya, itu karena memang Sam memiliki ketertarikan khusus terhadap dirinya.
Setelah Nova selesai membuat sarapan untuk Sam, Nova yang memang tidak punya kerjaan, dan itu karena larangan dari Dion, akhirnya Nova memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan lebih memilih menyibukkan diri dengan bermain ponsel seharian di kamarnya.
Jam 11.00 malam Nova dibuat terkejut saat mendengar suara pintu kamarnya diketuk secara kasar dari luar, yang dengan cepat Nova membuka pintu kamarnya, betapa terkejutnya Nova saat mendapati Sam yang langsung menjatuhkan kepalanya pada pundak Nova, terlihat penampilan Sam yang jauh dari kata rapi.
"Apa yang terjadi dengan Paman Sam? "tanya Nova saat membuka pintu kamarnya ternyata Sam Xavier yang mengetuk pintu kamarnya.
"Siapapun kau, bantu aku sekarang. "Ujar Sam yang dengan nada lemahnya, dan langsung mendorong tubuh Nova masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu kamarnya, Mengunci pintu kamar Nova, Lalu mendorong tubuh Nova keranjang hingga tubuh Nova berada di bawah tubuh Sam, membuat Nova terkejut.
"Paman, jangan seperti ini. Aku bisa bantu Paman, tapi jangan seperti ini, karena aku takut nanti Dion tiba-tiba pulang, dan nanti akan salah paham. "Ujar Nova meminta agar Sam segera keluar dari kamarnya, karena Nova masih belum menyadari kalau Sam sedang dalam pengaruh obat perangsang.
"Aku ingin tubuhmu. "Ujar Sam yang langsung menarik baju tidur Nova dengan kasar, hingga baju tidur Nova koyak tak lagi layak untuk di pakai, membuat jantung Nova berhenti berdetak seakan-akan kehilangan fungsinya.