Dengan cepat Nova langsung merebut ponsel Sam, dan mematikan sambungan tersebut secara sepihak, menunjukkan kalau Nova benar-benar sangat marah pada Sam.
"Aku bersumpah, aku tidak akan membuat Paman berhasil menghancurkan rumah tanggaku dengan Dion. "Dengan kasar Nova melempar ponsel Sam hingga mengenai d**a Sam, dan rasanya cukup sakit bagi Sam, tapi Sam abaikan. Mendengar sumpah Nova, Sam semakin melebarkan senyumnya, dan mengambil ponselnya tanpa merasa ragu, tanpa merasa takut akan sumpah Nova, tanpa merasa terancam karena sumpah Nova. Entah seperti apa tingginya harapan Sam dalam bermimpi untuk menjadikan Nova sebagai miliknya, yang jelas di mata Nova, Sam terlihat sangat santai dan yakin kalau Sam bisa memiliki dirinya, hingga sekalipun Nova bersumpah pada Sam, justru yang membuat takut itu adalah dirinya sendiri, itu karena Nova melihat Sam tidak takut Sama sekali akan sumpahnya tadi.
"Aku aku membuatmu menelan kata-katamu sendiri. Aku mencintaimu, dan kamu harus menjadi milikku, dan aku percaya, kalau aku bisa membuatmu memohon padaku, agar tidak meninggalkan mu. "Dengan percaya dirinya, Sam mengatakan kalau Nova akan memohon terhadap dirinya agar tidak di tinggalkan, membuat Nova yang mendengarnya merasa jijik. Sam yang melihat Nova begitu sangat ketakutan kalau Dion akan melihat gambar yang ada di ponsel Sam, semakin membuat Sam percaya kalau ia bisa memiliki atau merebut Nova dari Dion. Dengan wajah santai tanpa merasa bersalah, Sam berjalan dengan santai keluar dari kamar Nova, dan ingin menyelesaikan masalah yang ada di tubuhnya tanpa harus melibatkan Nova.
Nova tidak percaya kalau ia akan dicintai oleh Paman dari suaminya, karena selama pacaran, bahkan hingga tunangan dengan Dion, Paman Sam selalu berjaga jarak terhadap dirinya. Dan Nova baru menyadarinya sekarang, kalau selama ini Sam berjaga jarak terhadap dirinya itu bukan karena Sam ilfil atau benci terhadap dirinya, justru sebaliknya.
Setelah kepergian Sam, Nova kembali menangis, bahkan hingga larut malam, Nova tidak bisa menghentikan tangisnya, dan itu karena Nova merasa rumah tangganya benar-benar terancam hancur. Ingin hidup bahagia dengan pria yang ia cinta dalam berumah tangga, ternyata rumah tangganya di hancurkan oleh Paman dari suaminya sendiri sebelum rumah tangganya di mulai, bahkan Nova belum merasakan manisnya berumah tangga dengan suami yang ia cintai karena Dion pergi di malam pengantin nya, dan sampai sekarang belum kembali. Entah apa yang akan terjadi pada rumah tangganya setelah Dion kembali, Nova tidak bisa membayangkan Dion yang tidak akan mempercayai dirinya.
Sejak terjadinya ancaman gambar tersebut, dimana Sam memulai menghancurkan rumah tangga Nova dengan cara memfitnah kalau Nova sudah ia tiduri, sejak itulah Sam semakin menunjukkan rasa cintanya pada Nova, menunjukkan kalau ia benar-benar tulus mencintai Nova, namun Nova tetap mengabaikan rasa cinta Sam terhadap dirinya, karena bagi Nova, pria yang mencintai dirinya dan ia cintai hanya Dion seorang.
Bagi Nova, Sam hanyalah orang yang menjadi duri dalam pernikahannya, dan tidak pantas ia membalas cinta Sam terhadap dirinya.
Sam sendiri tidak peduli meski cintanya tidak terbalaskan, Sam tetap mencintai Nova, dan tetap berusaha untuk merebut Nova dari Dion, hingga Nova benar-benar menjadi miliknya.
Setiap hari Sam menunjukkan sikap tulusnya terhadap Nova, dan memberikan perhatian penuh terhadap Nova, bahkan sekarang Nova sudah berhenti tidak memasak untuk Sam, tapi setelah pulang dari kantor, Sam pasti akan membawakan makanan untuk Nova.
Sayangnya Nova selalu menolak makanan Sam dan mengembalikan makanan itu ke dapur. Tapi Sam tidak menyerah, karena Sam benar-benar sangat mencintai Nova.
"Mau apa Paman ke kamarku? "tanya Nova terkejut saat melihat kedatangan Sam, yang kali ini tidak membawa makanan, karena setiap makanan yang di bawa Sam selalu di tolak oleh Nova.
"Jangan hanya karena makanan yang aku bawa selalu kamu tolak, itu akan membuat aku menyerah untuk mengejarmu, Nova, " kata Sam seraya mendekati Nova, membuat Nova langsung turun dari ranjangnya, takut kalau Sam akan melakukan hal yang tidak diingin terhadap dirinya.
"Paman, sadarlah. Apa yang dilakukan Paman ini salah. Tidak seharusnya Paman mencintai, bahkan menggilai istri keponakan Paman sendiri. Ini tidak benar! "ujar Nova dengan nada yang terdengar sangat berat, namun tidak membuat Sam menyerah.
"Aku mencintaimu, Nova. Aku tidak gila. Aku sadar siapa kamu. Tapi yang namanya cinta, mau dipaksa seperti apapun agar membuat perasaan itu hilang, tetap saja tumbuh semakin besar. "Sam menanggapinya dengan langkah yang semakin mendekati Nova, membuat Nova dengan spontannya mundur mengikuti langkah Sam.
"Paman mau apa? "tanya Nova khawatir
"Membuatmu hamil secepatnya. "Jawab Sam yang membuat Nova terkejut hingga tubuhnya gemeteran.