BAB 67. Melepas Kerinduan

2242 Kata

“Bin, aku di sini. Boleh masuk?” Tanya Miko pelan sekali sambil memencet bel. Miko tahu budaya di negara itu yang tidak membolehkan berisik. Ketika Bina membuka pintu dan melihat Miko hanya menggunakan piamanya dengan sendal hotel dan rambut berantakan padahal cuaca malam di Jepang sudah mulai dingin, Bina semakin menangis. Miko kemudian masuk, menutup pintunya dan memeluk wanita itu erat. “Kenapa? Kamu sakit? Ada apa? Ada yang jahat?” Berondong Miko khawatir. Bina bisa merasakan tangan laki-laki itu dingin sekali menyentuh lehernya. Karena itu Bina memeluknya erat sekali. Miko mendesah sambil menahan air matanya, membiarkan Bina terus menangis. Laki-laki itu membelai rambut Bina dengan lembut. Rambut yang dulu selalu di ciuminya saat tidur berdua kini bisa kembali dia hirup aromanya. “D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN