"Nama! anakmu menghancurkan lukisanku!" teriak Rangga ketika dia baru masuk ke dalam studio kerjanya dan menemukan lukisan yang telah dikerjakannya selama beberapa minggu dicoret-coret dengan cat berwarna hitam. Padahal hanya beberapa menit dia meninggalkan studio melukisnya itu, tapi sang anak telah masuk ke sana dan membuat kekacauan. Niama yang tengah berada di dapur, tergopoh-gopoh masuk ke studio Rangga, suara teriakan Rangga bahkan sampai ke dapur. Naima menyaksikan sendiri apa yang telah dilakukan oleh anak mereka itu. Pekerjaan Rangga yang sudah mencapai sembilan puluh persen, menjadi hancur seketika. Sementara si anak, terlihat tak peduli dan mengusapkan sisa cat ke bajunya. Kuas telah dicelupkan sembarangan, dan palet pun sudah tertelungkup di atas lantai. Rangga menggaruk kepa