“Permisi....” Suara perempuan terdengar menggaung dari luar. Sore begini entah siapa yang datang. Deya yang tengah memasak di dapur, menghentikan aktivitasnya. Dia melangkah keluar. Evan dan Ethan tengah berkreasi membuat rumah mainan dari kardus. Deya hanya menggeleng melihat anak-anaknya yang tak bergeming meski suara itu begitu nyaring. “Kalian ini kalau sudah main lupa sama segalanya. Ada orang teriak di luar kalian main aja.” “Maaf mom, lagi asik nih,” seru Ethan. Deya membuka pintu. Ia cukup terperanjat melihat Andani dan Bian mematung dengan wajah yang cemberut seolah sedang menyimpan bara amarah. Bian memegang mobil-mobilan yang sudah lepas pintu dan rodanya. “Ada apa ya Bu Andani?” Bu Andani memasang tampang judesnya. “Ini lho si kembar merusak mainannya Bian. Udah gitu main

