Entah sudah yang keberapa kalinya Lee Do-Yun melihat Ha-Neul sedang menelepon. Jadwal kerja Ha-Neul hari ini cukup padat, tapi ia selalu terlihat menelepon setiap kali ada waktu luang. Tanpa perlu bertanya, Lee Do-Yun tahu siapa yang sedang dihubunginya. “Ha-Neul, kau mau terus menelepon sampai kapan? Kau harus tampil sebentar lagi,” tegur Lee Do-Yun sambil menepuk punggung temannya. Ha-Neul yang sedang duduk di kursi putar dengan kaki terjulur tersentak dan menutup ponselnya. “Oh, Hyong.” “Ada apa? Kenapa wajahmu kusut begitu?” “Tidak ada di rumah.” Ha-Neul seakan sedang berbicara pada dirinya sendiri. Lee Do-Yun pura-pura tidak tahu siapa yang dimaksud Ha-Neul. “Siapa?” Ha-Neul mendesah. “Sudah. Lupakan, tidak ada apa-apa.” “Sebaiknya kau bersiap-siap,” ia mengingatkan Ha-Neul sek

