Mentari pagi bersinar sangat cerah, namun perasaan Senja sedang tak menentu—bukan karena kurang tidur melainkan ulah mantan suaminya yang kembali mengirim teror. Kini Langit masih berbincang dengan para bodyguard Kai yang menjaga rumahnya. Mereka menunggu kedatangan Nakara sambil menatap kerdus berisi bangkai ayam. Kardus itu tadi dititipkan di pos satpam portal komplek, lalu diantar oleh satpam ke rumah Senja. “Katanya, satpam tadi melihat yang mengirim wanita paruh baya, pakai mobil mewah. Tapi yang menitipkan kardus ini sopirnya,” ujar salah satu bodyguard, Rendi. Langit menebak pengirimnya adalah mantan mertua kakaknya. “Ada rekaman CCTV plat mobilnya atau tidak, Mas?” tanyanya. Pasalnya, di pos satpam depan terpasang beberapa kamera CCTV. “Ada,” jawab Rendi. Senja memilih dud

