“Mbak...” bisik Melati setelah menghampiri bosnya yang tengah bersama klien mereka, dia terpaksa menghampiri, “ada mamanya Mbak datang...” Jemma langsung menoleh, Melati masih membungkuk dan kembali berbisik, “kelihatan kesal begitu, terus bilang kalau Mbak enggak segera menemuinya, dia bakal masuk sini.” Itu bukan sekedar pesan untuk mengancam Jemma, ia menarik napas dalam tetap tenang. “Minta Mama tunggu di ruanganku saja, Mel. Bilang aku selesaikan ini dulu.” Melati tampak ragu untuk menyampaikan, mungkin takut menghadapi Mama dari bosnya yang berwajah selalu tidak pernah ramah jika datang ke sini. Melati tetap undur diri dari ruangan, menemui Tatty Maawirya dan menyampaikan pesan dari putrinya. Jemma harap Mama bisa menunggu sebentar saja, dia lanjutkan obrolannya. Namun, beber