DORR Cairan merah keluar dan membasahi kening Xavier, Felica mencengkram kerah baju Xavier. Jantungnya berdegup kencang kala kedua tangannya berlumuran darah. Napasnya seperti tertahan untuk meluapkan amarah. BRAAKK Berreta yang Xavier gunakan untuk menembak kepalanya sendiri terjatuh begitu saja. Felica menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. 'Cukup aku saja yang pernah menyakitinya,' Suara Felicia terdengar sendu, Varsa hanya terdiam dan mendengarkan kepribadiannya yang lain. 'Jangan membuat Felica bersedih karena kau yang emosi atas apa yang dilakukan Xavier, aku tahu kau mencoba melindungi Felica dari Xavier. Namun, kau harus memikirkan perasaan Felica yang akan tersakiti jika Xavier mati meninggalkannya.' Felica atau yang saat ini Varsa yang mengend

