Xavier mencium bibir Felica dan menarik bibir atas gadis itu dengan s*****l. Ia mulai mengecup kecil-kecil rahang gadis itu dan kembali mengecup bibir mungilnya. Kedua tangannya menahan tubuhnya yang berada di atas tubuh Felica, bibirnya masih terus menjelajahi wajah Felica hingga mulai turun ke leher dan berhenti di bagian tulang selangka. Xavier mulai menjilat lembut leher Felica dan menghisapnya perlahan. Melihat wajah Felica yang terdapat bercak darah membuat darahnya berdersir dan menginginkan lebih. Tangannya tidak berhenti bergetar karena menahan rasa senang dalam dirinya. "Ahh, begitu indah dan begitu mendebarkan," gumam Xavier sambil menyusuri tubuh Felica dari ujung kepala hingga ujung kaki. Xavier beranjak dari ranjang menuju sebuah pintu yang terbuat dari kayu mahoni, ia mem

