Ben enggan menunggu tanpa menyelidiki langsung. Ia pun terlalu malas untuk menginformasikan kedatangannya ke Pulau Dewata. Tak sendiri, ia bersama Anne dan Koga yang akan mendarat siang nanti. “Morning, Bapak CEO. Bangun dong, sudah jam delapan nih. Aku lapar,” ujar Anne, berbisik langsung di telinga Ben. Kelopak mata Ben bergetar, lalu terangkat perlahan dan memejam lagi. “Ben!” “Hmm?” “Ayo, aku lapar.” “Room service aja, baby.” “Ish! Ya sudah, aku makan sendiri.” Ben bernapas dalam seraya mengulurkan tangan untuk mencegah Anne beranjak dari tepi ranjang. “Lima menit.” “Aku siap-siap. Kalau kamu tidur lagi, aku tinggal.” Siap tak siap, Ben bangun dari tidurnya. Ia menyibak selimut, duduk di samping Anne tanpa sehelai kain pun di tubuhnya. Anne refleks tersenyum. “Aku ngantuk,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari