BANG JALI

1842 Kata

Ben menghela napas panjang begitu keluar dari ballroom. Udara terasa lebih segar, meski masih tercium samar aroma berbagai parfum mahal yang ikut terbawa arus tamu. Anne pun mendengus lega, berusaha meredakan gemuruh di dadanya sebagai efek keriuhan di dalam sana. Ben menatap istrinya sejenak, lalu mengangguk, memberi isyarat agar mereka segera beranjak, menanggalkan semua formalitas malam itu. Baru lima langkah, suara berat memanggil. “Ben!” Keduanya berhenti. Borne menyusul langkah, setelan jasnya sederhana, kemewahannya tak ditonjolkan. Namun, jangan tanya harganya! Justru ‘orang kaya lama’ hobinya custom, membuat barang-barang pribadi yang unik dan kualitasnya lebih baik dari produk di pasaran. Aura wibawa ayah dua anak sekaligus CEO 3D Design Indonesia itu tetap tak tertandingi. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN