Bab 77. Shaka Cemburu

1062 Kata

Happy reading. Siang itu langit di atas kota Jakarta tampak menghitam. Mendung dengan gumpalan-gumpalan yang semakin pekat pertanda akan turunnya hujan. Kota itu jika sudah memasuki musim penghujan dan bisa dipastikan akan sering sekali turun hujan bahkan bisa sampai berjam-jam. Padahal jam masih menunjukan pukul 2 siang. Alea baru saja memberi pelajaran tambahan untuk Shaka. "Al, apakah kamu lapar?" tanya Shaka kepada gurunya itu. Shaka benar-benar tidak mau memanggil Alea dengan embel-embel "Bu" karena merasa jika Alea itu masih muda. Shaka benar-benar terjerat pesona janda itu. "Hemm, lapar," jawab Alea singkat "Kalau gitu ayo kita pulang, karena sebentar lagi akan turun hujan," ucap Shaka menarik tangan Alea. Tetapi ternyata hujan turun juga. Di gedung itu mungkin hanya tinggal be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN