Bab 30 πŸ’

1104 Kata

Pintu kamar santai di sebelah ruang tengah itu tertutup dengan bunyi klik yang lirih, meninggalkan Gavin sendirian di ruang makan mewah yang mendadak terasa senyap seperti kuburan. Pria matang itu masih setia menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan. Bahu kokohnya yang biasa tegak memikul beban ribuan karyawan di Lorenso Holdings, malam ini tampak merosot layu, terguncang oleh rasa sesak yang bener-bener menyiksa dadanya. Di atas meja, dua piring steak wagyu mahal itu berangsur mendingin, sama sekali gak disentuh lagi. Gavin menurunkan tangannya perlahan, menatap kursi kosong di seberangnya dengan pandangan mata yang memerah dan bengkak tipis. Obsesinya menjerit menolak perlakuan dingin ini. Logikanya menyuruhnya untuk bangkit, mendobrak pintu kamar itu, dan mengklaim ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN