29 🍒

1309 Kata

Jam dinding di ruang divisi Creative Marketing akhirnya menunjukkan pukul lima sore. Suara riuh para karyawan yang bersiap untuk pulang mulai terdengar di setiap sudut ruangan. Vero merapikan berkas-berkas di atas mejanya, mematikan komputer kantor, lalu menyampirkan tas kain sederhananya di bahu. Hari pertama bekerja bener-bener membuat energinya terkuras, tapi di saat yang sama, Vero merasa jauh lebih waras. Kesibukan menganalisis draft konten berhasil mendistraksi otaknya dari bayang-bayang kegilaan Gavin Lorenso. Vero bener-bener gak peduli kalau statusnya di gedung ini cuma staf biasa, asalkan dia punya ruang untuk bernapas tanpa kepungan aura posesif sang CEO. Saat Vero melangkah keluar dari lobi Menara Lorenso bersama dengan arus karyawan lain, sebuah mobil van hitam Mercedes-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN