Gedung Lorenso Holdings berdiri kokoh di kawasan Sudirman, sebuah menara kaca pencakar langit yang memancarkan kemewahan dan kekuasaan mutlak dari keluarga Lorenso. Pagi itu, lobi utama gedung sudah dipadati oleh ratusan karyawan yang berlarian mengejar absen. Di antara kerumunan itu, Vero melangkah dengan sangat tenang, membaur dengan sempurna sebagai orang biasa. Sesuai dengan seleranya, Vero memilih pakaian yang sangat sederhana untuk hari pertamanya, kemeja putih polos yang dipadukan dengan celana kulot abu-abu dan sepatu flat shoes hitam. Rambut panjangnya dikuncir kuda dengan rapi. Gak ada satu pun barang mewah melekat di tubuhnya, bener-bener berbeda dengan semua fasilitas yang dijejalkan Gavin di dalam penthouse. Vero melangkah menuju meja resepsionis untuk mengambil kartu aks

