Bab 27 🍒

793 Kata

Detak jarum jam dinding berdetik monoton di tengah keheningan yang tersisa setelah badai gairah mereda. Kamar tidur utama itu kini hanya dipenuhi oleh deru napas halus keduanya yang saling bersahutan. Gavin masih setia mendekap Vero dari belakang, melingkarkan lengan kekarnya yang kokoh di atas perut rata gadis itu, menariknya begitu rapat seolah sedang mengunci sebuah harta karun agar tidak raib saat dia memejamkan mata. Vero terjaga. Sepasang matanya menatap lurus ke arah dinding kaca besar di depan ranjang. Di luar sana, Jakarta tampak mulai lelah, lampu-lampu gedung pencakar langit berkedip samar di balik kabut malam yang tipis. Rasa hangat dari kulit Gavin yang menempel langsung pada punggung polosnya bener-bener kontras dengan dinginnya kehampaan yang saat ini sedang menjalar di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN