Malam kembali mengurung Jakarta dalam keheningan yang pekat setelah seharian kota itu diguyur penat. Di dalam kamar utama penthouse, ketegangan dingin yang tercipta sejak obrolan sarat syarat tadi pagi seolah belum juga mencair. Vero baru saja selesai membersihkan diri, melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit rambut basahnya, sementara tubuh mungilnya dibalut oleh gaun tidur satin tipis berwarna hitam, satu lagi pakaian pilihan personal shopper Gavin yang melekat pas di lekuk tubuhnya. Gavin sudah menunggu di sana. Pria matang itu duduk di tepi ranjang king size, hanya mengenakan celana tidur beludru hitam tanpa atasan. Begitu pintu kamar mandi terbuka, sepasang mata Gavin yang menggelap langsung terkunci pada sosok Vero. Obsesinya yang sempat tertahan sepanjang

