Bab 25🍒

1265 Kata

Pagi harinya, suasana di dalam penthouse mewah itu masih diselimuti kecanggangan yang pekat. Gavin duduk di meja makan panjang, menatap secangkir kopi hitamnya yang sudah mendingin tanpa selera. Sepasang matanya yang biasanya memancarkan ketegasan, kini tampak sedikit sayu dengan lingkaran hitam tipis di bawahnya, efek dari malam panjang yang ia habiskan dengan merenung di kamarnya sendiri, meratapi penolakan dingin dari gadis pujaannya. Vero keluar dari kamar dengan langkah santai, memakai kemeja garis-garis longgar dan celana kulot hitam yang ia temukan di walk-in closet. Alih-alih menghindar seperti hari-hari sebelumnya, kali ini Vero melangkah langsung menuju meja makan dan duduk di kursi yang berjarak dua meter dari Gavin. Melihat kehadiran Vero, binar harapan langsung muncul di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN