Hanya saja, seperti kebanyakan anak-anak golongan Indo yang lahir dari perut seorang Gundik atau bernasib layaknya Emma yang Ibunya dipakai sekedar memenuhi kebutuhan, pelampiasan sesaat menemani malam, mereka tak menyandang nama Eropa milik Sang Ayah. Cukup memiliki satu nama saja tanpa imbuhan nama keluarga. Emma, Aldert, dan banyak lain memakai nama sederhana. Sangat jarang ada Totok Belanda, mengakui resmi anak mereka dari hasil hubungan dengan wanita Pribumi. Sekedar satu dua cukup beruntung memiliki Bapak yang mengakui secara hukum. Menyantumkan nama Belanda pada akta kelahiran. Bagaimanapun juga, hubungan antara Totok Belanda dengan anak-anak Indo mereka, memang cukup rumit. Tak adanya status pernikahan resmi, membuat anak-anak Indo ini sulit mendapat pengakuan didepan hukum. Mer