BAB 60

1373 Kata

Sophia mengaduk minuman dan mencungkil buah ceri di pinggiran gelas. Ia meneguk dalam satu tarikan hingga tandas. Di depannya, Debrina hanya duduk diam tak bersuara. Mereka sudah duduk selama hampir satu jam, dan selama itu pula Sophia memperhatikan kalau sepupunya melamun dan terlihat sedih. Timbul iba di dasar hatinya. Mereka dulu memang selalu bersaing dalam segalah hal, berlomba-lomba untuk mengungguli satu sama lain. Ia ingat, bahkan saat Debrina menikah dengan Ernest, ia punya keinginan untuk merebut laki-laki itu. Kini ia merasa, apa yang mereka lakukan dulu sungguh tak berguna dan kekanak-kanakan. Laki-laki yang mereka perebutkan malah jatuh cinta dengan wanita lain. ”Aku baru saja melihat keadaan Om Bambang, kenapa kamu nggak bawa ke rumah sakit?” Debrina yang sedari tadi terte

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN