BAB 62

1276 Kata

Saat menerima kabar kalau Gisella diculik, ia sudah menduga siapa pelakunya. Terlebih saat mendapat pesan dari Debrina yang memintanya datang tanpa polisi. Ini membuktikan apa yang ia pikirkan benar. Meninggalkan semua pekerjaan, Ernest bergegas datang untuk menyelamatkan Gisella. Ia berharap, kedatangarmya tidak terlambat. Kelegaan membanjirinya saat melihat Gisella masih hidup, meski dengan tubuh basah kuyup dan wajah lebam. Tidak apa-apa, itu lebih baik dari semua yang ia takutkan akan terjadi. ”Sudah cukup melihamya, Ernest? Tenang saja, p*****r kesayanganmu itu masih hidup!” Teguran Debrina membuat Ernest menghela napas. Mengalihkan pandangan dari Gisella, ia kembali menatap istrinya. ”Debrina, apa harus seperti ini?” Debrina tertawa lirih. ”Seperti apa, Ernest?” ”Melakukan pencu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN