"Selamat malam, Arsen, maaf aku mengganggu waktumu malam-malam begini" Arya berkata di seberang telepon. "Enggak apa-apa kok. Ada apa?" Arsen bertanya dan melingkarkan tangannya di bahuku. "Aku cuma mau pamitan aja sama kamu, karena besok pagi aku akan terbang ke Singapura" Jantungku langsung berhenti berdetak saat mendengar yang dikatakan oleh Arya. "Besok pagi? Ia pergi ke Singapura?" aku bertanya-tanya di dalam hati dan tidak percaya dengan yang aku dengar. "Besok?" Arsen bertanya dan aku tersadar dari lamunan. "Kok buru-buru banget?" "Lebih cepat lebih baik. Lagipula, aku kan udah resign dari perusahaan kamu ngapain aku masih tinggal di sini" jawab Arya sambil terkekeh. "Ya, itu emang benar" Arsen mengangguk. "Lalu besok kamu berangkat jam berapa?" tanyanya melirik jam di dinding

