Beberapa saat kemudian ia menepikan mobilnya di pinggir jalan tanpa mematikan mesinnya. Tanpa mengatakan apa-apa aku melepas sabuk pengaman dari tubuhku dan membuka pintu. "Della" ia berkata dan aku menoleh ke arahnya. "Aku mohon kamu jangan turun di sini, bahaya. Nanti bagaimana kalau ada orang yang memiliki niat jahat sama kamu? Lagipula, kamu mau pulang naik apa? Karena di jam-jam seperti ini susah untuk mendapatkan ojek online" "Itu bukan urusan kamu" jawabku menatapnya dengan sinis. Lalu aku hendak melangkah keluar, namun aku langsung menoleh saat ia memegang tanganku. "Sayang... Aku mohon... Tolong dengarkan aku. Oke, aku akui aku memang salah dan seharusnya aku tidak cemburu seperti tadi. Dan ke depannya aku bakal berusaha untuk enggak terlalu cemburu" ia memohon dan menatap ke d

