Saat ini waktu baru menunjukkan pukul delapan malam dan kini aku dan Arsen sedang duduk di ruang keluarga dan menonton tv bersama. "Aku masih enggak nyangka kalau saat ini kamu sedang hamil" Arsen berkata dan menoleh ke arahku setelah sedari tadi kami hanya terdiam dan berfokus pada film yang kami tonton. Aku tersenyum dan menoleh ke arahnya. "Aku juga enggak nyangka" jawabku. "Rasanya seperti mimpi. Seingat ku, baru kemarin aku berdiam diri di kamar dan memikirkan dirimu yang berada jauh di Australia tapi sekarang kau ada di sini bersamaku dan sebagai suamiku, lebih tepatnya sebagai ayah dari calon anakku" aku melanjutkan dan membelai bahunya dengan lembut. Ia terkekeh dan melingkarkan tangannya di bahuku. "Itu bukan kemarin tapi beberapa tahun yang lalu setelah kita lulus sekolah" kat

