"Jadi apa kejutannya?" Arsen bertanya mengangkat satu alis dan menatapku yang duduk di seberangnya. Aku tersenyum saat mendengar pertanyaan yang ia lontarkan. Aku sudah menduga bahwa ia akan menanyakan hal tersebut begitu kita selesai menyantap pempek. "Kok kamu malah senyum?" ia bertanya dengan dahi yang mengerut. "Katanya kamu mau menunjukkan kejutannya padaku" Aku terkekeh. "Oke, oke, aku akan menunjukkannya sekarang" jawabku sambil menganggukkan kepala. "Tapi karena ini kejutan maka itu berarti kamu harus memejamkan mata" Ia hanya mengangguk dan memejamkan mata tanpa protes sedikitpun. Aku segera merogoh saku celanaku dan mengambil kejutan yang sudah aku siapkan untuknya. "Tolong ulurkan tangan kamu" perintahku dan ia mengulurkan tangannya ke arahku. Aku membalik tangannya dan me

