Hari telah berganti dan pagi ini aku memutuskan untuk membantu asisten rumah tanggaku memasak untuk sarapan. Lagipula, sudah cukup lama aku tidak memasak dan aku merindukan hal tersebut. "Selesai" aku bergumam dan menghela nafas lega setelah selesai menata makanan di atas meja makan. Lalu aku melirik ke arah jarum jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Aku menghela nafas dan berbalik, berniat untuk berjalan menuju tangga dan mengecek Arsen apakah ia sudah bangun atau belum. Namun belum sempat aku melakukannya, aku melihat pria yang aku cinta baru saja turun dari tangga dan berjalan menghampiri aku. "Selamat pagi, sayang" sapanya dengan senyum yang terukir di wajah tampannya. "Pagi" aku tersenyum. "Baru aja aku mau ke atas buat ngecek kamu udah bangun atau belum

