Aku terdiam, duduk di ruanganku seorang diri dan menatap lurus ke depan. Memperhatikan layar komputer yang berada di depanku. Namun sedari tadi aku tidak bisa berhenti memikirkan Arya sehingga membuatku tidak bisa berfokus pada pekerjaan yang sedang aku kerjakan. Jika boleh jujur, sebenarnya aku merasa ada sesuatu yang aneh pada diriku saat Arsen mengatakan bahwa Arya ingin mengundurkan diri. Aku merasa hatiku yang seperti tenggelam dan seketika aku merasa sedih. Apakah sebenarnya aku memang mencintai Arya? Tapi aku tidak menyadarinya. Sebab jika tidak kenapa aku merasa berat untuk melepaskan kepergiannya? Ah, cinta terkadang sulit untuk dimengerti. Aku pun terus menatap layar komputer dan tidak bisa berhenti memikirkan pria itu. Dan sepertinya lebih baik aku ke ruangannya saja dan menany

