"Akhirnya selesai juga" ucapku, menghela nafas lega, dan mengukirkan senyuman, setelah—aku berhasil menyelesaikan pekerjaanku, yang menumpuk seperti gunung. Lalu aku mengangkat kepala, beralih menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 lebih 15 menit, "Ternyata sudah ham–" Ucapanku langsung terhenti, saat aku menoleh ke arah Arsen, dan tak sengaja melihat ia yang sudah terlelap dengan bersandar pada kursi yang ia duduki, "Rupanya ia tertidur, pantas saja sedari tadi aku tidak mendengar suaranya" gumamku, menatapnya dari samping, dan memperhatikan wajah tenangnya. Dan jika kulihat dari raut wajahnya, sepertinya ia terlihat begitu lelah, bahkan tidurnya juga terlihat cukup nyenyak, seperti orang yang sedang kelelahan. Kalau seperti ini, aku—jadi merasa kasihan padanya, bahkan a

